Minggu, 14 Februari 2010

Sabtu, 19 Desember 2009

What's Crossover




Crossover adalah istilah basket untuk gerakan mendribble bola-basket dimana pemain yang mendribble bola merubah dribblenya bola dari satu tangan ke tangan lainnya dan diikuti berubahnya pergerakan menuju ke arah yang kita inginkan (secara simpelnya begitu). Bila dilakukan secara tak terduga, efektif dan cepat, gerakan crossover ini bisa mematikan karena lawan yang menjaga bisa kehilangan momentum karena si dribbler bergerak tak terduga.

The Kings Of Crossover On NBA


1. Allen Iverson called The Answer
Allen Ezail Iverson lahir di Hampton, Virginia, Amerika Serikat, 7 Juni 1975 umur 34 tahun, berjuluk A.I. and The Answer
Ia adalah salah satu pemain yang beraksi dalam All-Star sebagai point/shooting guard. 10 tahun sebagai pemain veteran dalam usia 31 tahun, ia dipandang sebagai guard terbaik dari generasinya dan salah satu pencetak angka terbanyak dalam sejarah kompetisi bola basket di negaranya tersebut. Tahun 2003, Iverson menempati rangking ke-53 di Majalah SLAM sebagai salah satu 75 pemain Top NBA sepanjang masa.

Dari awal Iverson merupakan pemain bola yang dapat disejajarkan dengan legenda hidup Isaiah Thomas. Kecepatan dan akurasi tembakan 2 angka merupakan andalan dari pemain ini. Dia pernah membuat Legenda Hidup, Michael Jordan hampir terjatuh dengan "killer crossover"-nya. Puncak karir Iverson adalah sewaktu membela 76ers dan masuk kedalam final nba tahun 2000 melawan LA Lakers. Dia bisa membawa tim-nya mencuri 1 game dari Shaq dan Kobe. Namun sayang, ego dari pemain yang berposisi guard inilah yang menjadikan karir-nya meredup. Dari 76ers , dia ditrade ke Denver Nuggets untuk ditandemkan dengan bintang muda, Carmello Antony. Bukannya cincin juara yang direbut, melainkan keributan antar pemainlah yang didapat Denver. Setelah dari Denver, AI di trade ke Detroit Piston. Lagi2 dia membuat ulah dengan berpura2 sakit, serta mangkir dari latihan, karena tidak menjadi pilihan utama di tim tersebut. Saat ini AI free agent dan dihubung-hubungkan dengan Los Angeles Clippers yang ingin meminangnya.

2. Dwyane Wade
Dwyane Tyrone Wade,Jr. lahir 17 Januari 1982 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, adalah pria pemain bola bola basket bertinggi tubuh 193 cm dan berjuluk Flash atau D-Wade serta bermain di klub NBA Miami Heat untuk sekarang ini sebagai shooting guard.
This is my favourite player
Karena hal yang paling mengagumkan dari pemain ini sering memberikan kemenangan disaat genting bahkan tinggal sedetik pun bisa bisa merubah keadaan. Hal lain yang paling mengagumkan D-wade begitu sapaannya, mencetak poin saat keadaan terdesak bahkan dari sudut sempit sekalipun.

3. Kobe Bryant
Kobe Bean Bryant (lahir di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, 23 Agustus 1978; umur 31 tahun) adalah seorang pemain NBA dan bermain untuk klub Los Angeles Lakers. Dia memakai kostum bernomor punggung 24 (sejak musim 2006-07) dan bermain dalam posisi Shooting guard. Kobe pertama kali bermain di NBA pada kompetisi tahun 1996-1997 dan telah membawa Los Angeles Lakers 3 kali juara saat bersama dengan pemain berbintang lainnya, Shaquille O'Neal.
Salah satu prestasi individu terbaiknya adalah mencetak 81 angka saat melawan Toronto Raptors pada tanggal 22 Januari 2006, yang merupakan jumlah angka kedua terbanyak dalam sejarah NBA yang dicetak dalam satu game. Di musim ini pula ia mencetak 50 poin ke atas dalam 4 pertandingan berturut-turut. Ia memiliki rekor sepanjang karirnya yaitu membuat poin di atas 50 sebanyak 21 kali. Tetapi rekor itu belum cukup, karena pemain legenda Wilt Chamberlain dan Michael Jordan lebih banyak mencetak poin di atas 50, Chamberlain dengan 108 kali dan Jordan 31 kali. Namun, dalam sejarah NBA, ia pernah mencetak 81 poin dalam 1 game di mana itu adalah rekor angka terbanyak kedua yang dicetak setelah Wilt Chamberlain yang bisa mencetak 100 poin dalam 1 game.

Bryant juga mencatatkan rekor lain dalam hal mencetak angka. 2 Februari 2009 (waktu setempat), ketika Lakers melakukan pertandingan tandang ke New York Knicks, ia mencetak 61 angka dengan prosentase tembakan sukses 61% dan Lakers menang 126–117. 61 angka yang dicetak Bryant berhasil menumbangkan rekor angka terbanyak yang dicetak oleh satu pemain di Madison Square Garden, rekor yang sebelumnya dipegang oleh Bernard King.

Bryant juga memegang rekor sebagai pemain termuda dalam sejarah NBA yang mampu mencetak angka sebanyak 24.000 dalam usia 31 tahun 75 hari, melewati rekor Wilt Chamberlain yang meraihnya pada usia 31 tahun 113 hari. Ia menjadi pemain ke-17 yang mampu mencetak angka diatas 24.000.

Jumat, 18 Desember 2009

Pergantian nama domain

Untuk Para pembaca setia
Kami informasikan bahwasannya domain mengalami perubahan dari:

http://www.expro72.blogspot.com MENJADI http://www.expro72.co.cc (harus pakai www)


Akan tetapi tetap bisa diakses lewat URL yang lama. Ini hanya sebagai alternatif saja supaya lebih singkat URL nya.


Terima kasih.

Kamis, 17 Desember 2009

Kamis, 03 Desember 2009

Catatan rekor kekalahan terburuk Nets

New Jersey,
Sejarah baru dicetak New Jersey Net di kancah kompetisi Bola Basket Amerika Serikat (NBA). Sayang, sejarah ini bukanlah hal yang baik. Kekalahan saat menjamu Dallas Mavericks, Kamis (3/12), membawa Nets sebagai klub pertama yang menderita 18 kekalahan beruntun.

Di bawah arahan asisten pelatih baru mereka, Tom Barrise, Net tampil cukup baik dan unggul 28-23 melalui slam dunk Terrence Williams pada kuarter pertama. Namun di kuarter kedua, Mavericks mulai mengejar. Lewat lemparan tiga angka yang akurat, tim tamu berbalik unggul. Lemparan tiga angka Jasod Kidd membawa Mavericks unggul 69-48.

Pertahanan ketat membuat tim tamu kerap mendulang angka dari serangan balik. Steal Jason Terry yang diakhiri dengan lay-up membuat Mavericks memimpin 75-48. Nets tak kuasa mengejar dan kalah 101-117.
Source:Liputan6.com


Rabu, 02 Desember 2009

Lakers Raih Tujuh Kemenangan Beruntun


Los Angeles,
Tim NBA, Los Angeles Lakers tampaknya belum menemui lawan berat di ajang liga basket Amerika NBA, menyusul kemenangan Kobe Byant dan kawan-kawan yang dengan mudah menggapai kemenangan ketujuh beruntunnya.

Terakhir kali, Lakers menaklukkan New Orleans Hornets 110-99 dengan duet Andrew Bynum dan Kobe Bryant yang bermain gemilang, masing-masing mencetak 21 poin dan 18 poin. Ron Artest menambah 16 poin dan tak terkalahkan dalam enam laga terakhir, ketika diperkuat Paul Gasol, ia juga menyumbang 14 poin untuk kemenangan Lakers ini.

Lakers telah menaklukan dua tim dengan rekor terburuk tandang dalam tiga hari terakhir. Selanjutnya, di pertandingan berikutnya Lakers akan menantang Miami Heat dan Phoenix Suns, akhir pekan seperti dilansir VIVAnews.

Mantan bintang UCLA, Darren Collison mengemas 20 poin untuk Hornets yang kalah dalam lima laga tandang terakhir secara beruntun. Rekor tandang Hornets: 1-9 lebih baik dari 0-11 milik New Jersey Nets, yang terkhir kali Hornets menang di kandang lawan atas Clippers di Staples Center, 9 November 2009.

Emeka Okafor menambah 17 poin dan 12 rebounds buat Hornets yang tampil tanpa point guard All-Star, Chris Paul dan forward Peja Stojakovic. Paul mengalami cedera engkel kiri dan Stojakovic absen karena menunggui keluarganya yang sakit.

Source:tvOne.co.id

Senin, 30 November 2009

Rucker Park – Tempat lahirnya legenda-legenda Streetball


Para streetballer di mana pun pasti tahu atau pernah dengar mengenai lapangan streetball paling terkenal di dunia ini, yaitu Rucker Park. Tapi apakah kalian tahu lebih detil di mana dan mengapa lapangan tersebut begitu terkenal, sehingga disebut-sebut sebagai tempat lahirnya para legenda-legenda streetball?

Rucker Park merupakan lapangan basket yang terletak di kota New York. Lapangan ini terletak di antara 155th Street dan 8th Avenue. Nama Rucker Park sendiri diambil dari nama seseorang, yaitu Holcombe Rucker. Selain bekerja sebagai pengurus taman di kota New York, Holcombe merupakan orang yang memulai turnamen basket di lapangan basket ini, dengan tujuan untuk menolong anak-anak yang kurang beruntung di sekitar daerah Manhattan, NY. Selama beberapa tahun, turnamen ini pun bertumbuh pesat dan besar, dan selalu menarik perhatian para pebasket-pebasket profesional, seperti Wilt Chamberlain dan Earl “The Pearl” Monroe, untuk ikut bermain. Selain itu, dari turnamen ini juga, banyak anak-anak yang mendapatkan bea siswa untuk kuliah.

Holcombe Rucker sendiri akhirnya meninggal pada tahun 1965. Tetapi turnamen yang dia mulai dulu telah menjadi tradisi dan tetap berlangsung hingga saat ini, dan telah dikenal dengan sebutan Entertainer Basketball Classic.

Source:http://sebelasballers.wordpress.com/